DISCLAIMER

This research report is prepared by PT MINNA PADI INVESTAMA Tbk for information purposes only and are not to be used or considered as an offer or the solicitation of an offer to sell or to buy or subscribe for securities or other financial instruments. The report has been prepared without regard to individual financial circumstance, need or objective of person to receive it. The securities discussed in this report may not be suitable for all investors. The appropriateness of any particular investment or strategy whether opined on or referred to in this report or otherwise will depend on an investor’s individual circumstance and objective and should be independently evaluated and confirmed by such investor, and, if appropriate, with his professional advisers independently before adoption or implementation (either as is or varied).

Rabu, 16 Mei 2012

Limas Centric Incar Kenaikan Pendapatan 15%


INILAH.COM, Jakarta - PT Limas Centric Indonesia Tbk (LMAS) menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10-15 persen di 2012 atau sebesar Rp280 miliar.

Menurut Dirut LMAS Sallie Landry Bachtiar dalam paparan publik usai RUPST di Jakarta, Rabu (16/5/2012) peningkatan pendapatan ini akan dilakukan dengan menambah fitur baru pada portofolio produk yang ada. Selain itu, memperbaharui penampilan penampilan protofolio produk yang ada, menambah produk-produk baru.

Perseroan juga akan memperluas cakupan ke pasar-pasar lainnya di luar Indonesia. "Untuk pengembangan produk akan banyak perubahan dari sisi teknologi pada kuartal dua 2012," ujarnya.

Pendapatan ini, menurutnya, masih lebih besar berasal dari klien korporat seperti broker, asuransi, aset manajemen, dan perbankan."Kita akan tampilkan versi baru. Dulu kalau kecepatannya hanya 10 kali, nanti kita bisa menjadi 30 kali," tukasnya.

Perseroan menganggarkan capital expenditure (capex), dan opex (operational expenditure (opex) untuk pengembangan produk sebesar 10-20 persen atau sebesar Rp2,5-5 miliar.

Pada kuartal pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp60,9 miliar, laba kotor Rp6,4 miliar, laba usaha minus Rp2,3 miliar, dan rugi bersih konsolidasi Rp3,5 miliar. [hid]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar